Senin, 25 Juli 2011

Manajemen Perkandangan Sapi Potong

manajeman perkandangan sapi potong


BAB II.
TINJAUAN PUSTAKA

1.             Pengertian Sapi Potong
Sapi potong merupakan sapi yang dipelihara dengan tujuan utama sebagai penghasil daging. Sapi potong biasa disebut sebagai sapi tipe pedaging.  Adapun ciri-ciri sapi pedaging adalah seperti berikut: tubuh besar, berbentuk persegi empat atau balok, kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan, laju pertumbuhan  cepat,  cepat  mencapai  dewasa,  efisiensi  pakannya  tinggi (Santosa, 1995).  Menurut Abidin (2006) sapi potong adalah jenis sapi khusus dipelihara untuk digemukkan karena karakteristiknya, seperti tingkat pertumbuhan cepat dan kualitas daging cukup baik.  Sapi-sapi ini umumnya dijadikan sebagai sapi bakalan, dipelihara secara intensif selama beberapa bulan, sehingga diperoleh pertambahan bobot badan ideal untuk dipotong.
 Sistem pemeliharaan sapi potong dapat dibedakan menjadi 3, yaitu sistem pemeliharaan ekstensif, semi intensif dan intensif. Sistem ekstensif semua aktivitasnya dilakukan di padang penggembalaan yang sama.  Sistem semi intensif adalah memelihara sapi untuk digemukkan dengan cara digembalakan dan pakan disediakan oleh peternak, atau gabungan dari sistem ekstensif dan intensif. Sementara sistem intensif adalah sapi-sapi dikandangkan dan seluruh pakan disediakan oleh peternak (Susilorini, 2008). 
Kriteria pemilihan sapi potong yang baik adalah : sapi dengan jenis kelamin jantan atau jantan kastrasi, umur sebaiknya 1,5-2,5 tahun atau giginya sudah poel satu, mata bersinar, kulit lentur, sehat, nafsu makan baik, bentuk badan persegi panjang, dada lebar dan dalam, temperamen tenang, dari bangsa yang mudah beradaptasi dan berasal dari keturunan genetik yang baik (Ngadiyono, 2007).
2.                Manajemen Pemeliharaan
Ternak perlu dimandikan secara rutin, dan setelah dimandikan, ternak dijemur sebentar agar bulunya kering. Ternak yang tidak pernah dimandikan bulunya kotor, dapat menjadi sarang kuman, parasit, dan jamur yang dapat membahayakan kesehatan ternak.  Pembersihan kandang juga perlu dilakukan, kandang dibersihkan setiap hari, juga  lingkungan disekitar kandang.  Kandang yang bersih selain mencegah timbulnya penyakit, juga memberikan kenyamanan bagi ternak maupun peternak (Ngadiyono, 2007).  Menurut Sugeng (1998) pada umumnya tubuh sapi mudah kotor akibat kotoran sapi itu sendiri, agar selalu bersih, badan sapi harus dimandikan sehari sekali, dengan cara mengosok-gosok kulit dengan spon atau bahan lain hingga bersih. Sapi yang kulitnya bersih,  parasit dan gatal-gatal tidak mudah menghinggapinya.
3.                 Pakan
             Bahan pakan adalah bahan yang dapat dimakan, dicerna dan digunakan oleh hewan. Bahan pakan ternak terdiri dari tanaman, hasil tanaman, dan kadangkadang berasal dari ternak serta hewan yang hidup di laut (Tillman et al., 1991). Menurut Blakely dan Bade (1998) bahan pakan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu konsentrat dan bahan berserat. Konsentrat berupa bijian dan butiran serta bahan berserat yaitu jerami dan rumput yang merupakan komponen penyusun ransum. Pakan adalah bahan yang dimakan dan dicerna oleh seekor hewan yang mampu menyajikan hara atau nutrien yang penting untuk perawatan tubuh, pertumbuhan, penggemukan, dan reproduksi.
a.    Pakan Hijauan
Pakan hijauan adalah semua bahan pakan yang berasal dari tanaman ataupun tumbuhan berupa daun-daunan, terkadang termasuk batang, ranting dan bunga (Sugeng, 1998).  Menurut Lubis (1992) pemberian pakan pada ternak sebaiknya diberikan dalam keadaan segar.  Pemberian pakan yang baik diberikan dengan perbandingan 60 : 40 (dalam bahan kering ransum), apabila hijauan yang diberikan berkualitas rendah perbandingan itu dapat menjadi 55 : 45 dan hijauan yang diberikan berkualitas sedang sampai tinggi perbandingan itu dapat menjadi 64 : 36 (Siregar 2008).
b.             Konsentrat
Menurut  Darmono (1999) konsentrat adalah bahan pakan yang mengandung serat kasar kurang dari 18%, berasal dari biji- bijian, hasil produk ikutan pertanian atau dari pabrik dan umbi- umbian 
4.                Pertumbuhan
  Menurut Anggorodi (1994) pertumbuhan biasanya dimulai perlahan-lahan kemudian mulai berlangsung lebih cepat dan akhirnya perlahan-lahan lagi atau sama sekali berhenti sehingga membentuk kurva pertumbuhan  yang berbentuk sigmoid.  Menurut Siregar (2008) pertumbuhan yang cepat terjadi pada periode lahir hingga usia penyapihan dan pubertas, namun setelah usia pubertas hingga usia dewasa, laju pertumbuhan mulai menurun dan akan terus menurun hingga usia dewasa.   Pada usia dewasa, pertumbuhan sapi berhenti.  Sejak  sapi  dilahirkan  sampai  dengan  usia  pubertas  (sekitar umur 8-10 bulan) merupakan fase hidup sapi yang laju pertumbuhannya sangat cepat.  Pertambahan bobot badan sapi ditentukan oleh berbagai faktor, terutama jenis sapi, jenis kelamin, umur, ransum, dan teknik pengelolaannya.

5.       Kesehatan
Menurut Samad (1980), untuk mencegah masuknya penyakit pada ternak sapi dapat dilakukan tindakan-tindakan antara lain :
·          Bila ingin memasukkan sapi-sapi baru kedalam peternakan haruslah sapi yang bebas dari semua penyakit dan parasiter. Sapi sebelumnya harus dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari atau 2 minggu.
·           Mengisolasi ternak yang sakit dari kelompok ternak yang sehat.
·         Air yang tergenang baik di dalam kandang maupun di halaman kandang harus dikeringkan. Hal ini dimaksudkan untuk memutus siklus hidup cacing.
·          Mengadakan program testing setiap waktu terhadap Brucellosis, Tubercollusis, dan penyakit lain guna mengetahui adanya sapi-sapi reactor.
·          Mengadakan program vaksinasi secara teratur.
·          Adakan desinveksi pada kandang dan peralatan secara teratur.

6.                 Perkandangan
Tipe kandang berdasarkan bentuknya ada 2, yaitu kandang tunggal dan kandang ganda.  Kandang tunggal terdiri satu baris kandang yang dilengkapi orong jalan dan selokan atau parit.   Kandang ganda ada 2 macam yaitu sapi saling berhadapan head to head dan sapi saling bertolak belakang tail to tail yang dilengkapi lorong untuk memudahkan pemberian pakan dan pengontrolan ternak (Ngadiyono, 2007).  Fungsi kandang adalah melindungi sapi potong dari gangguan cuaca, tempat sapi beristirahat dengan nyaman, mengontrol agar sapi tidak merusak tanaman di sekitar lokasi, tempat pengumpulan kotoran sapi, melindungi sapi dari hewan pengganggu, dan memudahkan pelaksanaan pemeliharaan sapi tersebut (Abidin, 2006).

a.        Tatalaksana perkandangan
Tatalaksaana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam usaha peternakan sapi potong khususnya peternakan rakyat. Kontruksi kandang belum sesuai dengan persyaratan teknis sehingga akan mengganggu produktivitas ternak, kurang efisien dalam penggunaan tenaga kerja dan berdampak terhadap lingkungan sekitarnya. Kondisi kandang belum memberikan keleluasaan, kenyamanan dan kesehatan bagi ternak. Menurut Rasyid, 2007. Beberapa persyaratan yang diperlukan dalam mendirikan kandang antara lain (1) memenuhi persyaratan kesehatan ternaknya, (2) mempunyai ventilasi yang baik, (3) efisiensi dalam pengelolaan (4) melindungi ternak dari pengaruh iklim dan keamanan kecurian (5) serta tidak berdampak terhadap lingkungan sekitarnya. Konstruksi kandang harus kuat dan tahan lama, penataan dan perlengkapan kandang kandang hendaknya dapat memberikan kenyamaman kerja bagi petugas dalam dalam proses produksi seperti memberi pakan, pembersihan, pemeriksaan birahi dan penanganan kesehatan. Bentuk dan tipe kandang hendaknya disesuaikan dengan lokasi berdasarkan agroekosistemnya, pola atau tujuan pemeliharaan dan kondisi fisiologis ternak. Petunjuk teknis perkandangan sapi potong ini memuat beberapa tipe / macam kandang berdasarkan bentuk dan fungsinya serta berdasarkan tujuan atau pola pemeliharaannya

b. Fungsi Kandang
1. Melindungi ternak dari perubahan cuaca atau iklim yang
ekstrem (panas, hujan dan angin).
2. Mencegah dan melindungi ternak dari penyakit.
3. Menjaga keamanan ternak dari pencurian.
4. Memudahkan pengelolaan ternak dalam proses produksi seperti pemberian pakan, minum, pengelolaaan kompos dan perkawinan.
5. Meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja.

c.     Persyaratan Kandang
Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang untuk sapi potong antara lain dari segi teknis, ekonomis, kesehatan kandang (ventilasi kandang, pembuangan kotoran), efisien pengelolaan dan kesehatan lingkungan sekitarnya.
1. Pemilihan lokasi.
Beberapa pertimbangan dalam pemilihan lokasi kandang
antara lain :
a. Tersedianya sumber air, terutama untuk minum, memandikan ternak dan      membersihkan kandang
b. Dekat dengan sumber pakan.
c. Transportasi mudah, terutama untuk pengadaan pakan dan
pemasaran
d. Areal yang ada dapat diperluas


2. Letak bangunan
a. Mempunyai permukaan yang lebih tinggi dengan kondisi sekelilingnya, sehingga tidak terjadi genangan air dan pembuangan kotoran lebih mudah.
b. Tidak berdekatan dengan bangunan umum atau perumahan, minimal 10 meter.
c. Tidak menggangu kesehatan lingkungan
d. Agak jauh dengan jalan umum
e. Air limbah tersalur dengan baik
3. Konstruksi
Konstruksi kandang harus kuat, mudah dibersihkan, mempunyai sirkulasi udara yang baik, tidak lembab dan mempunyai tempat penampungan kotoran beserta saluran drainasenya. Kontruksi kandang harus mampu menahan beban benturan dan dorongan yang kuat dari ternak. serta menjaga keamanan ternak dari pencurian. Penataan kandang dengan perlengkapannya hendaknya dapat memberikan kenyamanan pada ternak serta memudahkan kerja bagi petugas dalam memberi pakan dan minum, pembuangan kotoran dan penanganan kesehatan ternak. Dalam mendesain konstruksi kandang sapi potong harus didasarkan agroekosistem wilayah setempat, tujuan pemeliharaan, dan status fisiologis ternak. Model kandang sapi potong didataran tinggi, diupayakan lebih tertutup untuk melindungi ternak dari cuaca yang dingin, sedangkan untuk dataran rendah kebalikannya yaitu bentuk kandang yang lebih terbuka. Tipe dan bentuk kandang dibedakan berdasar status fisiologis dan pola pemeliharaan dibedakan yaitu kandang pembibitan, penggemukan, pembesaran, kandang beranak/menyusui, kandang pejantan, kandang paksa, dll

4. Bahan
Dalam pemilihan bahan kandang hendaknya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dan tujuan usaha untuk jangka panjang, menengah atau pendek. Pemilihaan bahan kandang hendaknya minimal tahan untuk jangka waktu 5 –10 tahun, dengan memanfaatkan dari bahan-bahan lokal yang banyak tersedia. Menurut Rasyid, 2007 Bagian-bagian dan bahan kandang yaitu :
a. Lantai
Lantai kandang harus kuat, tahan lama, tidak licin dan tidak terlalu kasar, mudah dibersihkan dan mampu menopang beban yang ada diatasnya. Lantai kandang dapat berupa tanah yang dipadatkan, beton atau pasir cemen (PC) dan kayu yang kedap air. Berdasarkan kondisi alas lantai, dibedakan lantai kandang sistem litter dan non litter. Alas lantai kandang sistem litter merupakan lantai kandang yang diberi tambahan berupa serbuk gergaji atau sekam, dan bahan lainnya berupa kapur/dolomite sebagai dasar alas. Pemberian bahan dasar alas dilakukan pada awal sebelum ternak dimasukan kedalam kandang. Sistem alas litter lebih cocok untuk kandang koloni atau kelompok, karena tidak ada kegiatan memandikan ternak dan pembersihan kotoran feces secara rutin. Kondisi kandang dan ternaknya lebih kotor tetapi lebih efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja untuk pembersihan kandang. Bila kondisi letter kandang becek, dilakukan penambahan serbuk gergaji yang dicampur dengan kapur/dolomite. Selain membuat alas kandang tetap kering, penambahan kapur tersebut dapat berfungsi sebagai bahan untuk produksi kompos dan rasa empuk kepada ternak serta kesehatan menjaga kesehatan ternak. Alas lantai kandang sistem non litter merupakan lantai kandang tanpa mendapat tambahan apapun. Model alas kandang ini lebih tepat untuk ternak yang dipelihara pada kandang tunggal atau kandang individu. Kandang sistem non litter beserta ternaknya akan tampak lebih bersih dibanding sistem litter, karena secara rutin dilakukan kegiatan memandikan sapi dan  pembuangan kotoran feces. Lantai kandang harus selalu terjaga drainasenya, sehingga untuk lantai kandang non litter dibuat miring kebelakang untuk memudahkan pembuangan kotoran dan menjaga kondisi lantai tetap kering. Kemiringan lantai berkisar antara 2 – 5 %, artinya setiap panjang lantai 1 meter maka ketinggian lantai bagian belakang menurun sebesar 2 – 5 cm

b. Kerangka
Dapat terbuat dari bahan besi, besi beton, kayu dan bambu disesuaikan dengan tujuan dan kondisi yang ada

c Atap
Terbuat dari bahan genteng, seng, rumbia, asbes dan lain-lain. Untuk daerah panas (dataran rendah) sebaiknya mengunakan bahan genting sebagai atap kandang. Kemiringan atap untuk bahan genting adalah 30 – 45 % , asbes atau seng sebesar 15 – 20 % dan rumbia atau alang-alang sebesar 25 – 30 %, Ketinggian atap untuk dataran rendah 3,5 – 4,5 meter dan dataran tinggi 2,5 – 3,5 meter Bentuk dan model atap kandang hendaknya menghasilkan sirkulasi udara yang baik di dalam kandang, sehingga kondisi lingkungan dalam kandang memberikan kenyamanan ternak.
                           
d. Dinding
Dibuat dari tembok, kayu, bambu atau bahan lainnya,dibangun lebih tinggi dari sapi waktu berdiri. Dinding kandang yang terbuat dari sekat kayu atau bambu hendaknya mempunyai jarak atar sekat antara 40 – 50 cm. Untuk daerah dataran tinggi dan udaranya dingin atau daerah pinggir pantai yang anginnya kencang, dinding kandang harus lebih tertutup atau rapat

e. Lorong atau gang.
Merupakan jalan yang terletak diantara dua kandang individu, untuk memudahkan pengelolaan seperti pemberian pakan, minum dan pembuangan kotoran. Lebar lorong disesuaikan dengan kebutuhan dan model kandang, umumnya bekisar antara 1,2–1,5 meter. Lorong kandang hendaknya dapat dilewati kereta dorong (gerobak) untuk mengangkut bahan pakan dan bahan keperluan lainnya.

f. Ukuran kandang
          Kandang individu atau  kandang tunggal, merupakan  model  kandang  satu ternak  satu kandang. Pada  bagian depan ternak merupakan tempat palungan (tempat pakan dan air minum),  sedangkan bagian belakang  adalah selokan pembuangan kotoran. Sekat pemisah pada kandang tipe ini lebih diutamakan pada bagian depan ternak mulai palungan sampai bagian badan ternak atau mulai palungan sampai batas pinggul ternak  Tinggi sekat pemisah sekat sekitar 1 m atau setinggi badan sapi. Sapi di kandang individu  diikat dengan tali tampar pada lantai depan  guna menghindari perkelahian sesamanya Luas kandang individu disesuaikan dengan ukuran tubuh sapi yaitu sekitar panjang 2,5  meter dan lebar 1,5 meter

5. Perlengkapan kandang
Beberapa perlengkapan kandang untuk sapi potong  meliiputi :
a. Palungan
Palungan merupakan tempat pakan dan tempat minum yang berada didepan ternak, terbuat dari kayu atau tembok dinding dengan ukuran mengikuti lebar kandang. Kandang individu yang mempunyai lebar kadang sebesar 1,5 meter, maka panjang tempat pakan berkisar antara 90 – 100 cm dan tempat minum berkisar antara 50 – 60 cm. Sedangkan lebar palungan adalah 50 cm, dan tinggi bagian luar 60 cm dan bagian dalam sebesar 40 cm. Ukuran palungan untuk kandang kelompok adalah mengikuti panjang kandang, dengan proporsi tempat minum yang lebih kecil dari tempat pakan

b. Selokan
Merupakan saluran pembuangan kotoran dan air kencing
yang berada dibelakang kandang ternak individu. Ukuran selokan kandang disesuaikan dengan kondisi kandangdan tujuan pemeliharaan. Ukuran selokan digunakan pada untuk Tempat pakan Tempat minum kandang individu, dengan ukuran lebar 30 – 40 cm dan dalam 5– 10 cm

c. Tempat penampungan kotoran
Tempat penampungan kotoran bak penampungan yang terletak dibelakang kandang, ukuran dan bentuknya disesuikan dengan kondisi lahan dan tipe kandangnya. Pembuangan kotoran dari kandang kelompok dilakukan setiap 3-4 bulan sekali sesuai dengan kebutuhan, berupa bak penampungan dan berfungsi untuk proses pengeringan dan pembusukan feses menjadi kompos. Tempat penampungan kotoran feses dari kandang individu adalah produk akhir berupa biogas atau kompos saja, tergantung tujuan pemanfaatannya. Pengumpulan kotoran kandang berupa feses dan air kencing setiap hari dilakukan melalui saluran drainase menuju tempat penampungan, yang letaknya lebihrendah dari kandang.

d Peralatan kandang
Beberapa peralatan yang banyak digunakan untuk kandang sapi potong meliputi : sekop untuk membersihkan kotoran, sapu lidi, sikat, tali sapi dan kereta dorong (gerobak).

6.  Pelaksanaan Tatalaksana Kerja Peternakan
Tatalaksana kerja peternakan merupakan aktifitas, yang meliputi perencanaan, pengaturan program,dan pelaksanaan kerja peternakan, yang berkaitan dengan pemeliharaan ternak, guna mendukung proses produksidan pencapaian tujuan peternakan(prawoto, 2004)
Abidin (2002), menyatakan bahwa pembersihan kandang dan kegiatan memandikan sapi sebaiknya dilakukan dua kali sehari, pemberian vaksin cukup dilakukan satu kali dalam 3-4 bulan untuk setiap sapi. Pemberian kosentrat 2 kali dalam seharidilakukan pukul 08.00 dan 12.00 wib danpemberian hijauan pada pukul 10.00 dan 14.00 wib(siregar, 1997).




BAB III
MATERI DAN METODA
Praktek perusahaan dilaksanakan di peternakan sapi bapak sukimin mulyanto, Dusun Sido Mukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten semarang yang dilaksanakan pada tanggal 1 s/d 20 Nopember 2010.
A.   Materi
Materi yang digunakan dalam praktek perusahaan ini adalah sapi potong peranakan PFH berumur sekitar 1,5-2,5 tahun dengan jumlah 180 ekor jantan.
Kandang seluruhnya berjumlah 4 unit yang terbagi menjadi 6 los, terdiri dari 1 unit kandang untuk kapasitas 38ekor berisi 27 ekor terdiri 1 los, 1 unit untuk kandang kapasitas 38 ekor berisi 38 ekor terdiri 1 los, 1 unit kandang kapasitas 43 ekor berisi 25 ekorterdiri 1 los, 1 unit kandang kapasitas 90 ekor berisi 90 ekor terdiri dari 3 los.
Peralatan yang digunakan terdiri dari skop, penggaruk kotoran, ember tempat pakan, ember tempat kotoran, gerobak, sapu, sabit. Pakan yang di gunakan adalah rumput gajah, konsentrat dengan campuran (ampas tahu, bekatul, kulit kopi, gaplek).
B. Metode
Metode yang digunakan dalam praktek perusahaan ini adalah :
1.     Melakukan pengamatan langsung dilokasi praktek.
2.    Melakukan wawancara kepada manajer kandang, kepala kandang, dan pekerja kandang untuk pengambilan data.
3.   Mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Perusahaan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Keadaan Umum
Peternakan sapi potong milik bapak Sukimin Mulyanto didirikan pada tahun 1960, diatas tanah seluas 7 ha.yang terdiri dari kandang dengan luas ± 5.000 m² dan sisanya adalah lahan rumput. Peternakan ini terletak di dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Letak geografisnya berada di lereng gunung Merbabu, gunung Telomoyo dan gunung Andong di ketinggian 1450 m dari permukaan laut dengan curah hujan 1.900 mm per tahun dengan suhu sekitar 25 – 27 derajat selsius. jarak tempuh sekitar 14 km dari kota Salatiga dan sekitar 54 km dari kota Semarang, sehingga sangat cocok untuk usaha penggemukkan sapi potong. Hal ini sesuai dengan pendapat Abidin (2006) yaitu sapi potong dapat tumbuh optimal di daerah dengan suhu ideal yaitu 17-27 , dan lokasi yang ideal untuk penggemukan sapi potong adalah lokasi yang bercurah hujan 800-1.500 mm/tahun.. Bapak Sukumin Mulyanto memiliki usaha dari memelihara sapi 2 ekor saja, karena dipelihara dengan sungguh-sungguh akhirnya bisa berkembang sampai Sekarang ini menjadi 180 ekor. Sapi yang dipelihara adalah pejantan PFH(Peranakan Fries Holland) semua. Bapak Sukimin memilih menggemukkan sapi PFH karena, pemeliharaan pejantan PFH  mudah dan cocok dengan suhu lingkungannya. dibandingkan jenis sapi potong yang lain.  Peternakan tersebut terdiri dari 6 los kandang sapi, disetiap los dikerjakan oleh satu orang dan untuk pencari rumput ada 5 orang, dengan setiap los memiliki gudang pakan sendiri, setiap los berisi kurang lebih sekitar 30 ekor sapi PFH dan bak air serta tempat pencampuran komboran dan tempat penampungan kotoran untuk 3 los satu tempat serta 3 los lainnya satu tempat. untuk gaji tenaga kerja anak kandang sekitar Rp. 500.000,- dan pencari rumput Rp. 450.000,- pekerjaan dimulai pukul 07.00 wib sampai jam 10.00 wib mulai dari membersihkan kandang, mencampur pakan sampai mengombor sapi serta memasukkan rumput kedalam kandang, setelah itu isatirahat sampai jam 13.00 wib pekerjaan dimulai lagi dari mencampur pakan, mengombor dan mencacah rumput sampai jam 15.00 wib, setelah itu tenaga kerjanya pulang dikarenakan pekerjaan sudah selesai. untuk biaya tenaga kerja per periodenya adalah 6 orang anak kandang @ Rp. 500.000,- dan 5 orang pencari rumput @ Rp. 450.000,- dengan total Rp. 5.250.000,- x 5 / 180 = Rp. 146.000,-  untuk gaji per ekornya dalam 1 periode.
B. Pemilihan Bibit
Peternakan sapi potong milik bapak Sukimin bertujuan untuk penggemukan, Untuk pemilihan bibit sapi potong yang ingin digemukkan didapat dari pasar Sunggingan Boyolali. Dan pembelian sapi tersebut setiap hari paing dan jumlah tergantung dengan kandang yang kosong, dikarenakan khusus sapi peranakan PFH (peranakan frisien hollsiend) hanya ada dipasar sunggingan. Bapak Sukimin Mulyanto membeli Sapi jenis sapi PFH (peranakan frisien hollsiend) dikarenakan pertumbuhannya cepat dalam pemeliharaannya dan juga dipengaruhi suhu lingkungannya yang sangat mendukung. Hal ini sesuai dengan pendapat Abidin (2006) sapi potong adalah jenis sapi khusus dipelihara untuk digemukkan karena karakteristiknya, seperti tingkat pertumbuhan cepat dan kualitas daging cukup baik.  Sapi-sapi ini umumnya dijadikan sebagai sapi bakalan, dipelihara secara intensif selama beberapa bulan, sehingga diperoleh pertambahan bobot badan ideal untuk dipotong.
 Bapak Sukimin memilih bibit sapi potong yang ingin digemukan dengan kriteria  bentuk badan bagus, kaki tegak dengan teracak yang rata, kepala besar dan pendek, nafsu makan baik, umur antara 1-1,5 tahun dikarenakan dengan kriteria tersebut sapi potong yang ingin digemukan cepat gemuk dalam target 4-5 bulan. Hal ini sesuai dengan pendapat ( Ngadiyono, 2007 ) yang menyatakan Kriteria pemilihan sapi potong yang baik adalah : sapi dengan jenis kelamin jantan atau jantan kastrasi, umur sebaiknya 1,5-2,5 tahun atau giginya sudah poel satu, mata bersinar, kulit lentur, sehat, nafsu makan baik, bentuk badan persegi panjang, dada lebar dan dalam, temperamen tenang, dari bangsa yang mudah beradaptasi dan berasal dari keturunan genetik yang baik. Bibit sapi rata-rata dibeli dari pasar Sunggingan Boyolali dengan harga Rp. 6.000.000,- sampai Rp. 7.000.000,-  kemudian digemukan dan dijual dengan harga Rp. 11.000.000,- sapi rata-rata digemukan selama 4-5 bulan.
C. Pemberian pakan
Bahan pakan yang digunakan pada peternakan sapi potong Bapak Sukimin Mulyanto terdiri dari hijauan dan konsentrat. Bahan hijauan di bagi maenjadi 2 yaitu :
    1. Hijauan segar
Pemberian hijauan pada peternakan Potong Bapak Sukimin Mulyanto dilakukan 1 kali sehari, yakitu pada pukul 14. 00 wib. Hijauan di ambil dari ladang pagi hari dengan 5 orang tenaga kerja. Kemudian ditali kira – kira satu ikat rumput bobotnya mencapai 30 kg. Rumput sampai kekandang diangkut mengunakan mobil bak terbuka milik bapak Sukimin sendiri. Hijauan yang diberikan adalah rumput gajah segar. Pemberian rumput gajah dicacah terlebih dahulu dengan cara manual atau dicacah dengan sabit, pada pukul 11:00 WIB kemudian diberikan pada sore hari tanpa ada penimbangan. Pemberian rumput segar pada sapi berkisar antara 15 kg per hari per ekor dengan rata-rata bobot per ekor sapi 230 kg, kebutuhan rumput keseluruhan perhari mencapai 2700 kg. Hal ini tidak sependapat dengan  Sugeng, (2008) pemberian rumput segar pada sapi potong adalah minimal 10 % dari berat badan sapi.


    2. Konsentrat
Pemberian konsentrat dilakukan 2 kali sehari.yaitu pada pagi hari dan sore hari sebelum pemberian hijauan. jumlah konsentrat yang diberikan berdasarkan takaran yakni bekatul sebanyak 4kg, ampas tahu  2 kg, konsentrat 1 Kg, kulit kopi  2 Kg, gaplek  1 Kg dan garam secukupnya, Untuk satu ekor sapi. Pencampuran pakan dilakukan pada tempat pencampuran, dengan seluruh bahan di canpurkan dengan air dan diaduk hingga bahan semua tercampur. Setiap los memiliki tempat pencampuran pakan sendiri. Pemberian konsentrat untuk sapi diberikan 2 kali yaitu pagi pukul 08:00 WIB dan pada sore hari pada pukul 13:30 WIB. Kandungan gizi didalam bahan pakan yang sangat diperlukan untuk hidup ternak meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air. Hal ini sesuai dengan pendapat Siregar (2008) yaitu sapi yang akan digemukan harus memperoleh ransum yang terdiri dari hijauan dan konsentrat yang harus diatur pemberiannya agar tercapai hasil yang memuaskan. zat-zat gizi di dalam bahan pakan yang sangat diperlukan untuk hidup ternak meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air.
D. Tata Laksana Pemeliharaan
 Sistem pemeliharaan yang dilaksanakan di peternakan bapak Sukimin Mulyanto adalah secara intensif. sistem pemeliharaan ini dilakukan di dalam kandang, pemberian pakan diberikan oleh peternak langsung di dalam kandang. Semua aktivitas sapi dilakukan di dalam kandang, mulai dari pemberian makan, minum, istirahat, pembersihan kandang dan pengendalian penyakit.Hal ini sesuai dengan pendapat Susilorini (2008) yaitu sistem pemeliharaan sapi potong dapat dibedakan menjadi 3, antara lain sistem pemeliharaan ekstensif, semi intensif dan intensif. Sistem ekstensif semua aktivitasnya dilakukan di padang penggembalaan yang sama. Sistem semi intensif adalah memelihara sapi untuk digemukkan dengan cara digembalakan dan pakan disediakan oleh peternak, atau gabungan dari system ekstensif dan intensif. Sementara sistem intensif adalah sapi-sapi dikandangkan dan seluruh pakan disediakan oleh peternak. Tatalaksana yang dilakukan dalam pemeliharaan di peternakan Bapak Sukimin Mulyanto dimulai pukul 07.00 wib - 08.00 wib membersihkan tempat pakan dan mencampur pakan, pukul 08.00 wib – 10.00 wib mengkombor sapi, membersihkan kandang dan mencacah hijauan(rumput) serta mengecek sapi ada sapi yang nafsu makannya hilang terutama pada sapi yang baru masuk kandang dan sapi yang diare, pukul 10.00 wib – 13.00 wib sapi diistirahatkan biar tidak stres dan biar melakukan remastikasi ( mengunyah kembali makanan dalam rumen menjadi bolus-bolus), pukul 13.00 wib – 14.00 wib mencampur pakan dan mengkombor sapi kembali, pukul 14.15 wib sampai selesai memberikan pakan hijauan yang sudah dicacah dan mengecek keadaan sapi kembali apa bila ada tali yang lepas sebelum sapi diistirahatkan.
 
E. Perkandangan
Tipe kandang berdasarkan bentuknya ada 2, yaitu kandang tunggal dan kandang ganda.  Kandang tunggal terdiri satu baris kandang yang dilengkapi orong jalan dan selokan atau parit.   Kandang ganda ada 2 macam yaitu sapi saling berhadapan head to head dan sapi saling bertolak belakang tail to tail yang dilengkapi lorong untuk memudahkan pemberian pakan dan pengontrolan ternak (Ngadiyono, 2007). Kandang sapi di peternakan Bapak Sukimin Mulyanto  ada 4 unit yang memanjang dari Timur ke barat dengan tipe kandang ganda yaitu head to head  sapi saling berhadapan, Kandang tersebut dibatasi oleh gang dengan jarak 1-1,5 m, agar mudah dalam pemberian pakan dan pembersihan tempat pakan.
Kontruksi  kandang yang digunakan di Peternakan Bapak Sukimin Mulyanto adalah sebagai berikut :
·           Lantai kandang
            Kandang di peternakan sapi bapak Sukimin Mulyanto  memiliki kemiringan lantai ± 5 cm, sehingga air kencing dapat mengalir keselokan. Bahan lantai terbuat dari beton, tetapi pembuatannya terlalu halus sehingga sapi mudah terpeleset dan terjatuh saat akan berdiri. Sebaiknya lantai dibuat rata, tidak kasar atau tajam sehingga ternak akan terjamin kehidupannya. Sehingga ternak yang menghuni bisa berdiri dengan tegak diatas keempat kaki yang kokoh, bisa berbaring dan istirahat dengan baik, dan bisa melakukan proses memamah biak dengan baik ( Sugeng, 2008).
·           Dinding kandang
Dinding kandang terbuat dari tembok, kayu, bambu atau bahan lainnya,dibangun lebih tinggi dari sapi waktu berdiri. Dinding kandang yang terbuat dari sekat kayu atau bambu hendaknya mempunyai jarak atar sekat antara 40 – 50 cm. Untuk daerah dataran tinggi dan udaranya dingin atau daerah pinggir pantai yang anginnya kencang, dinding kandang harus lebih tertutup atau rapat (Rasyid, 2007). Dinding kandang terbuat dari tembok pada sisi bagian belakang dan depan dengan ketingian 150 cm dari lantai kandang,  untuk bagian samping 240 cm dari lantai kandang dan sebagian di gunakan sebagai pintu dan jarak sekatan 55 cm.
·                Atap kandang
Atap kandang terbuat dari genteng sehingga tidak terlalu panas dan memiliki segi ekonomis Karena awet dan disamping itu dengan atap gentheng udara dapat mengalir melalui celah-celahnya sehingga ruang lebih nyaman (Rianto,2009). Atap kandang dipeternakan bapak Sukimin mulyanto menggunakan gentheng dikarenakan awet dan harganya relative murah dan juga ruang lebih nyaman dikarenakan udara dapat berganti. 


·                Tempat pakan dan minum
Tempat pakan dan tempat minum yang berada didepan ternak, terbuat dari kayu atau tembok dinding dengan ukuran mengikuti lebar kandang. Kandang individu yang mempunyai lebar kadang sebesar 1,5 meter, maka panjang tempat pakan berkisar antara 90 – 100 cm dan tempat minum berkisar antara 50 – 60 cm. Sedangkan lebar palungan adalah 50 cm, dan tinggi bagian luar 60 cm dan bagian dalam sebesar 40 cm. Ukuran palungan untuk kandang kelompok adalah mengikuti panjang kandang, dengan proporsi tempat minum yang lebih kecil dari tempat pakan (Rasyid, 2007).Tempat pakan terbuat dari beton sepanjang kandang bagian depan, pakan berupa hijauan dan konsentrat dijadikan satu tempat. ukuran tempat pakan P: 116 cm, L: 39 cm, T: 58 cm, untuk minum sapi tidak diberi dikarena suhunya dingin dan makanan pokoknya disamping kosentrat,  hijauan segar dan pada hijauan segar masih mengandung kadar air yang cukup tinggi, maka sapi jarang minum.
·                Lorong atau gang.
Merupakan jalan yang terletak diantara dua kandang individu, untuk memudahkan pengelolaan seperti pemberian pakan, minum dan pembuangan kotoran. Lebar lorong disesuaikan dengan kebutuhan dan model kandang, umumnya bekisar antara 1,2–1,5 meter. Lorong kandang hendaknya dapat dilewati kereta dorong (gerobak) untuk mengangkut bahan pakan dan bahan keperluan lainnya( Rasyid,2007). Sedangkan lebar lorong dipeternakan bapak Sukimin Mulyanto bekisar 1,2 meter digunakan untuk memberi pakan dan mengangkut kotoran sapi.

·                Ukuran kandang
Ukuran kandang di peternakan bapak Sukimin mulyanto yaitu panjang 3 m dan lebar 1,5 m per ekor. Melihat dari data diatas ukuran kandang dapat dikatakan baik. Bila dibandingkan dengan pernyataan Rasyid,(2007) bahwa Luas kandang individu disesuaikan dengan ukuran tubuh sapi yaitu sekitar panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter. Tabel berikut menjelaskan ukuran-ukuran kandang di peternakan Bapak Sukimin Mulyanto:

Tabel 1. ukuran kandang I dan bagian-bagiannya
Nama bagian
Panjang
Lebar
Tinggi
Kedalaman
Kandang
35 m
7,5 m
4 m
-
Tempat pakan
1,5 m
39 cm
58 cm
19 cm
Gang way
45 m
1,2 m
-
-
Jarak sekatan dinding
3 m
-
1,5 m
-
Ventilasi
3 m
92 cm
-
-
Tempat pencampuran pakan
2,5 m
1,1 m
-
73 cm
Tempat penampungan air
2,3 m
1,3 m
-
96 cm
Gudang pakan
5 m
7,5 m
4 m
-
Selokan
35 m
35 cm
-
10-30 cm

Tabel 2. ukuran kandang II dan bagian-bagiannya
Nama bagian
Panjang
Lebar
Tinggi
Kedalaman
Kandang
38 m
7,5 m
4 m
-
Tempat pakan
1,5 m
39 cm
58 cm
19 cm
Gang way
45 m
1,2 m
-
-
Jarak sekatan dinding
3 m
-
1,5 m

Ventilasi
3 m
92 cm
-
-
Tempat pencampuran pakan
2,5 m
1,1
-
73 cm
Tempat penampungan air
2,3 m
1,3 m
-
96 cm
Gudang pakan
8 m
7,5 m
4 m
-
Selokan
38 m
35 cm
-
10-30 cm

Tabel 3. ukuran kandang III dan bagian-bagiannya
Nama bagian
Panjang
Lebar
Tinggi
Kedalaman
Kandang
40 m
7,5 m
4 m
-
Tempat pakan
1,5
39 cm
58 cm
19 cm
Gang way
50 m
1 m
-
-
Jarak sekatan dinding
3 m
-
1,5 m
-
Ventilasi
3 m
92 cm
-
-
Tempat pencampuran pakan
2,5 m
1,1 m
-
73 cm
Tempat penampungan air
2,3 m
1,3 m
-
96 cm
Gudang pakan
7 m
7,5 m
4 m
-
Selokan
40 m
35 cm
-
10- 30 cm

Tabel 4. ukuran kandang IV dan bagian-bagiannya
Nama bagian
Panjang
Lebar
Tinggi
Kedalaman
Kandang
80 m
7,5 m
4 m
-
Tempat pakan
1,2 m
39 cm
58 cm
19 cm
Gang way
80 m
1,2 m
-
-
Jarak sekatan dinding
3,6 m
-
1,5 m
-
Ventilasi
3,6 m
92 cm
-
-
Tempat pencampuran pakan
2,5 m
1,1 m
-
73 cm
Tempat penampungan air
2,3 m
1,3 m
-
96 cm
Gudang pakan
10 m
3 m
4 m
-
Selokan
80 m
35 cm
-
10-30 cm

·           Sanitasi
Sanitasi lantai kandang dibersihkan, kotoran diambil dimasukkan dalam bak dan diangkut ketempat penampungan kotoran. Lantai kandang tidak disiram sehingga kotoran masih tersisa dilantai, sebaiknya lantai kandang disiram dengan air, aliran air yang tercampur dengan kotoran ternak dapat dialirkan ke padang rumput. Pembersihan kandang dilakukan setiap hari. Pembersihan kandang meliputi pembersihan tempat pakan, dan lingkungan kandang. Demi menunjang keberhasilan usaha ternak potong sebenarnya ada beberapa hal yang harus di perhatikan diantaranya: 1) menjaga kebersihan kandang dengan cara penyemprotan desinfektan, 2) menjaga kesehatan sapi dengan cara pemberian pakan yang cukup, melakukan vaksinasi secara teratur, dan memandikan sapi (Suharno dan Nazarudin,1994). Dipeternakan sapi  bapak Sukimin Mulyanto tingkat kebersihan sapi kurang begitu diperhatikan, ini dapat dilihat dari keadaan kulit sapi yang kotor dan jarang sekali dimandikan. Kebersihan kulit ternak juga perlu diperhatikan, Sapi yang kulitnya kotor dapat menyebabakan penyakit radang kulit oleh karena itu untuk menjaga kebersihan kulit ternak sebaiknya ternak sapi dimandikan dan disikat.
F. Kesehatan
Kesehatan sangat penting bagi dunia peternakan, karena secara langsung berhubungan dengan produktifitas ternak. Di Perusahaan Penggemukan Sapi Potong  Bapak Sukimin Mulyanto kesehatan sangat diperhatikan. Dengan melaksanakan kegiatan sanitasi kandang, yaitu dengan membersihkan kandang satu kali dalam sehari yakni pada  pagi dan sore hari. Peralatan kandang juga dibersihkan secara teratur setelah digunakan untuk bekerja. Hal ini tidak sesuai seperti pernyataan Samad. S (1980), yang menyatakan bahwa untuk mencegah masuknya penyakit pada ternak sapi dapat dilakukan tindakan-tindakan antara lain :
·         Bila ingin memasukkan sapi-sapi baru kedalam peternakan haruslah sapi yang bebas dari semua penyakit dan parasiter. Sapi sebelumnya harus dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari atau 2 minggu.
·         Mengisolasi ternak yang sakit dari kelompok ternak yang sehat.
·         Air yang tergenang baik di dalam kandang maupun di halaman kandang harus dikeringkan. Hal ini dimaksudkan untuk memutus siklus hidup cacing.
·         Mengadakan program testing setiap waktu terhadap Brucellosis, Tubercollusis, dan penyakit lain guna mengetahui adanya sapi-sapi reactor.
·         Mengadakan program vaksinasi secara teratur.
·         Adakan desinveksi pada kandang dan peralatan secara teratur.
Jenis-jenis penyakit
penyakit yang sering menyerang ternak Bapak Sukimin adalah
1. Mencret (Scours)
             Pada umumnya sapi yang terkena mencret adalah sapi yang baru datang dan mulai beradaptasi dengan pakan di tempat yang baru. Komposisi pakan yang berbeda membuat rumen harus menyesuaikan struktur pakan yang ada dan hal tersebut yang membuat sapi mengalami mencret. Sapi yang mencret akan semakin parah jika tidak segera di obati. Hal tersebut dikarenakan sapi akan mengalami penurunan nafsu makan dan berkurangnya cairan dalam tubuh. Peyakit ini penyebabnya adalah kompleks, mulai dari bakteri, virus, keadaan lingkungan, kepadatan ternak yang terlalu tinggi, kekurangan kolostrum, terlalu banyak pakan, devisiensi vitamin A, dan adanya parasit-parasit. cara pengobatan dengan cara memberikan antibiotik dengan merek dagang ”pinicilin” sebanyak 10 cc.
             2.        Demam
         Gejala yang tampak dari penyakit demam adalah sesak nafas, nafas makin berkurang, keluar cairan dari hidung, mulut, dan leher sering di rebahkan. Penyebab penyakit demam adalah adanya perubahan musim. Pencegahan dari penyakit ini adalah dengan pemberian pakan yang bergizi. Pengobatan dengan memberikan Teroxipet, Sulfidon, Biosulamin, suplemen.
             3. Kembung (bloat)
          Meskipun bukan penyakit kembung merupakan sebuah keadaan yang tidak sehat bagi ternak. Ada 2 jenis kembung yang dikenal yaitu bentuk gas dan bentuk gelembung gas. (blakely.1992) Kembung di peternakan sapi potong bapak sukimin biasanya terjadi dikarenakan suhu yang terlalu dingin dan pakan yang seratnya terlalu rendah.
              4. Caplak
           Penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang dapat berkembang dengan cepat dan dapat ditularka kepada sapi – sapi lain. Parasit juga dapat dibawa oleh karier seperti lalat.
              5. Kaki pincang
         Kaki pincang biasanya terjadi pada saat sapi yang baru datang disebabkan terlalu lelah atau pada saat turun terjadi kecelakaan.



G. Pemasaran produk
Untuk sapi yang telah dipelihara antara 4-5 bulan sudah layak dijual maka peternakan sapi potong bapak sukimin mulyanto melakukan penjualan Produk. Penjualan produk tersebut berupa penjualan sapi . Penjualan tersebut tidak pasti setiap hari karena tergantung dari kebutuhan dan permintaan pasar. Sistem penjualan untuk sapi biasanya pembeli/blantik datang sendiri ke peternakan agar dapat memilih sapi yang diinginkan yaitu seperti kriteria bentuk badannya gemuk dan besar, padat berisi supaya kalau disembelih dapat menghasilkan daging yang banyak. Pembeli banyak yang datang tetapi biasanya bapak Sukimin Mulyanto telah memiliki pelanggan tetap yang setia membeli ternak sapinya dan jumlahnya ada tiga orang pelanggan tetap. Untuk harga jual sapi dari kandang seharga Rp. 11.000.000,- biasanya membeli sapi sedikit 2- 3 ekor dengan jadwal yang tidak tentu. Laba per ekor selama 4-5 bulan antara Rp. 4 – 5 juta. Hasil dari penjualan tersebut sebagian digunakan untuk pembelian pakan dan kadang dibelanjakan kembali untuk membeli bibit sapi yang lebih bagus. untuk laba bersih per ekornya sebesar( harga jual – harga pembelian - pakan  – biaya tenaga kerja) Rp. 11.000.000 – Rp.6.000.000 – Rp. 2.100.000 – Rp. 146.000 = Rp. 2.754.000,-
H. Pengolahan kotoran
Limbah peternakan apabila tidak diolah dengan baik akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah kotoran di peternakan sapi bapak sukimin mulyanto di kumpulkan di tempat penampungan sementara. Kotoran di peternakan tidak  diolah sendiri menjadi pupuk tetapi diambil oleh perusahaan pembuat pupuk organik Puspita Sala tiga. Setiap hari, kotoran perekor sapi bisa mencapai sekitar 10 kg. Dengan demikian dipeternakan Bapak Sukimin Mulyanto dari 180 ekor sapi bisa didapat sampai 1,8 ton kotoran setiap harinya. Untuk musim penghujan penjualan korotoran tidak terlalu banyak dikarenakan mengandung banyak kadar air dan bisanya dimanfaatkan sendiri untuk memupuk tanaman hijauannya, untuk musim kemarau penjualanya meningkat dibanding musim penghujan dikarenakan kotoran tidak mengandung kadar air yang cukup banyak sehingga kalau diproses tidak membutuhkan waktu yang lama, dan kadang dipenampungan sampai kehabisan. jumlah penampungan kotoran ada 2 tempat, los kandang 90 ekor ada 1 yaitu langsung dialirkan dari kandang sedangkan  yang 3 los lain kotoran ditampung ketempat penampungan agak menjauh dari kandang. kotoran yang diambil oleh perusahaan pupuk organik Puspita Sala tiga dilakukan seminggu sekali atau tergantung pada kebutuhan perusahaan. untuk harga per truk sebesar Rp. 100.000, (± 10 ton ) dan harga per mobil pickup Rp.60.000,



Analisa Usaha


Penggemukan 180 ekor sapi Pejantan PFH per periode (5 bulan)
A.                Biaya
1.      Biaya Tetap
·         Biaya sewa lahan 70.000 m Rp. 50.000.000,- per tahun
Sewa lahan per periode = (50.000.000 / 12 ) x 5 = Rp. 29.166.666,-
·         Biaya bangunan kandang Rp. 270.000.000,- (pemakaian 20 th)
Harga jual setelah pemakaian 20 th. Rp. 15.000.000,-
Penyusutan = (270.000.000 – 15.000.000) / 20  = Rp 12.750.000,- per tahun
Penyusutan per periode :
(12.750.000,- / 12) x 5                                          = Rp. 5.312.500,-
·         Truk  Rp. 125.000.000 (pemakaian 10 th)
Harga jual setelah pemakaian Rp. 60.000.000,-
Penyusutan
 (125.000.000 – 60.000.000) / 10 th = Rp. 6.500.000,- per tahun
Penyusutan per periode (6.500.000/ 12) x 5         = Rp. 2.708.333,-
·         Sabit 11unit @ Rp. 50.000,- (pemakaian 5 th)
Harga jual setelah pemakaian Rp. 5.000,-
Penyusutan (50.000 – 5.000) / 12  = Rp. 3.750,- / bln
Penyusutan sabit 11 x 2.916 x 5                           = Rp. 206.250,-
·         6 unit argo @ Rp. 500.000,- masa pakai 5 th
Harga jual setelah pemakain 5 th Rp. 150.000,-
Penyusutan (500.000 – 150.000) / 5 th = Rp. 70.000,-/th
Penyusutan per periode (70.000 / 12 x 5) x 6          = Rp. 175.000,-
·         Biaya pajak (Rp. 7.000.000 / 12) x 5                       = Rp. .916.666,-
·         Dana sosial Rp. 250.000/12 x 5                            = Rp. 104.166,-
·         6 unit skop @ Rp. 30.000,- pemakaian 5 th
Harga jual setelah 5 th pemakaian Rp. 5.000,-
Penyusutan (30.000 – 5.000) / 5 th = 5.000 / th
Penyusutan skop per periode (5.000 / 12 x 5) x 6     = Rp. 12.500,-
Total Biaya Tetap = Rp. 29.166.666,- + Rp. 5.312.500,- + Rp. 2.708.333,- +           Rp. . 206.250,- + Rp. 175.000,- + Rp. 2.916.666,-+ Rp. 104.166,-+Rp. 12.500,- = Rp. 40.602.081,-
2.      Biaya Tidak Tetap
·         Pembelian 180 ekor sapi bakalan pejantan PFH @ Rp. 6.000.000,-
180 x Rp. 6.000.000,-                               = Rp. 1.080.000.000,-
·         Rumput Gajah Rp. 150,- / kg @ 15 kg/ ekor/ hari
15 kg x Rp. 150,- x 180 ekor x 150 hari         = Rp. 60.750.000,-
·         Konsentrat Rp. 2.500,-/ kg  @ 1 kg/ ekor/ hari
1 kg x Rp. 2.500,- x 180 ekor x 150 hari         = Rp. 67.500.000,-
·         Bekatul Rp. 1.600,-/ kg @ 4 kg/ ekor/ hari
4 kg x Rp. 1.600,- x 180 ekor x 150hari           = Rp. 172.800.000,-
·         Ampas tahu  Rp. 300 / kg  @ 2 kg/ekor/ hari
2 kg x Rp. 300,- x 180 x 150hari                        = Rp. 6.200.000,-
·         Gaplek Rp. Rp.1.700,-/ kg @ 1 kg/ekor/hari
1 kg x Rp. 1.700,- x 180 x 150                           = Rp. 45.900.000,-
·         Kulit kopi Rp. 600,-/ kg @ 2 kg/ekor/hari
2 kg x Rp. 600,- x 180 x 150                                = Rp. 2.400.000,-
·         Garam untuk 180 ekor sapi                                   = Rp. 120.000,-
·         Tenaga kerja
-          1 orang mandor Rp. 1.000.000,-/ bln
Rp. 1.000.000,- x 5 bln                                   = Rp. 5.000.000,-
-          6 orang anak kandang Rp. 500.000,-/bln
Rp. 500.000,- x 6x 5 bln                                = Rp. 15.000.000,-
-          5 orang tenaga pemotong rumput @ Rp. 450.000,-/bln
5 x Rp. 450.000,- x 5                                      = 11.250.000,-
Total biaya tenaga kerja                      = Rp. 31.250.000,-
·         Biaya lain-lain (telepon, listrik, air, transportasi,obat-obatan)
Rp. 500.000,- / bulan = Rp. 500.000,- x 5 bln      = Rp. 2.500.000,-
                        Total Biaya Tidak Tetap
                        Rp. 1.080.000.000,- + Rp. 60.750.000,- + Rp. 67.500.000,- +
                                    Rp. 172.800.000,- + Rp. 16.200.000,- + Rp. 45.900.000,- + Rp. 120.000,- + Rp. 5.000.000,- + Rp. 15.000.000,- = Rp. 1.463.270.000,-
           
Total Biaya :
            Rp. 40.602.081,-+ Rp. 1.463.270.000,-          = Rp. 1.503.872.081,-

B.     Pendapatan
-        Penjualan 180 ekor sapi dengan harga rata-rata Rp. 11.000.000,-
Rp. 11.000.000,- x 180 ekor = Rp. 1.980.000.000,-
-        Penjualan 22 truk kotoran
Rp. 100.000,- x  22 truk                      = Rp. 2.200.000,-
            Total pendapatan Rp. 1.980.000.000,- + Rp. 2.200.000,- = Rp.1.982.200.000,-
C.     Keuntungan
Rp. 1.982.200.000,- – Rp. . 1.503.872.081,-= Rp. 478.327.919.,-

D.    Break Event Point (BEP)
BEP = Total Biaya : Total Produksi
         = Rp.  1.503.872.081,- : 180
         = Rp. 8.354.845,-/ kg

E.     Benefit Cost Ratio (B/C)
B/C      = Total Pendapatan / Total Biaya
            = 1.982.200.000/   1.503.872.081
            = 1,3
















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

        A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil  praktek perusahaan di peternakan Sapi potong“BAPAK SUKIMIN MULYANTO” yang berada di Sido Mukti Kecamatan Kopeng Kabupaten Semarang, dapat disimpulkan bahwa sistim Perkandangan sapi sudah baik dilihat dari bentuk dan modelnya namun perlu ada diperbaikkan pada lantai kandang, ini dikarenakan lantai kandang yang terlalu licin sehingga sapi sering kesulitan jika akan berdiri.
B. Saran
Berdasarkan hasil praktek perusahaan di peternakan Penggemukan Sapi “BAPAK SUKIMIN MULYANTO” yang berada di Desa SidoMukti Kecamatan Kopeng Kabupaten Semarang, disarankan agar kebersihan kandang perlu ditingkatkan terutama lantai perlu disiram agar sisa-sisa kotoran biar terangkat semua dan sapi juga perlu dimandikan supaya sapi tidak terlihat kotor.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes